Mendes PDTT Minta Mahasiswa KKN Edukasi Warga Terkait New Normal

0
16
Mendes PDTT melepas KKN Mahasiswa Unand secara virtual, Rabu (24/6/2020).
Mendes PDTT melepas KKN Mahasiswa Unand secara virtual, Rabu (24/6/2020).
This is the code for your widget. Copy and paste it into your website. New widgets may take up to 30 minutes before they start displaying properly.

TERASDESA.CO.ID — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar,  meminta para mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di desa untuk melakukan edukasi kepada warga desa terkait kenormalan baru atau normal baru pada masa pandemi Covid-19.

“Kita mau tidak mau mengajak masyarakat dimanapun untuk hidup sehat lahir dan batin. Bagaimana menjauhkan diri dari kuman, virus, dan berbagai penyakit fisik lainnya. Kemudian meningkatkan imunitas dengan makan-makanan yang bergizi, olahraga, dan menguatkan keimanan kita,” ujar Menteri Halim ketika melepas s 4.219 mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) secara virtual di Jakarta, Rabu (24/6).

Halim mengatakan, mahasiswa KKN seyogyanya juga dapat membantu masyarakat desa dalam melakukan perencanaan pembangunan. Ia mengingatkan, rencana pembangunan desa harus bertumpu pada permasalahan dan potensi yang dimiliki desa.

Menurutnya, pembangunan desa juga tidak boleh lepas dari akar budaya desa itu sendiri.

“Jangan sekali-kali merencanakan pembangunan desa yang tidak bertumpu pada budaya desa. Karena budaya adalah aset sosial yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Desa-desa kita sangat kaya dengan kekayaan budayanya,” ujar Gus Menteri.

Menurut Mendes PDTTi, selain dapat mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid 19, sistem KKN tersebut menurutnya, akan mempermudah mahasiswa dalam membantu melakukan perencanaan pembangunan desa. Pasalnya, mahasiswa KKN yang juga merupakan warga desa setempat akan lebih mudah memahami dan melakukan pemetaan masalah yang dialami desa.

“Kalau KKN dilaksanakan di nagari (desa) yang berbeda dari tempat tinggal mahasiswa, maka akan diawali dengan pemetaan problematika yang dialami oleh masyarakat. Kalau dilakukan di desanya masing-masing maka urusan pemetaan pasti jauh lebih matang dan selesai, karena dari hari ke hari mahasiswa sudah berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Gus Menteri.

TIDAK ADA KOMENTAR